Hidup Lebih Sehat Dengan Bekatul



Bekatul ternyata mempunyai kandungan gizi tinggi dan dapat mengatasi berbagai penyakit, seperti asma, diabetes, hipertensi, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Adalah Yusuf Nursalim alias dr. Liem Tiong Tjing yang sudah 30 tahun meneliti khasiat limbah penggilingan padi tersebut. “Saya sering membaca buku karya dr. Ernest T. Krebs yang meneliti manfaat Vitamin B17 dan B15 pada biji aprikot. Vitamin itu juga terdapat dalam kulit ari beras atau bekatul,” ujarnya kepada AGRINA. 

Vitamin B15 pertama kali dipisahkan dari bekatul oleh Ernest Krebs dan dikembangkan di Eropa untuk mengobati beragam penyakit. Menurut pengalaman Yusuf, dosis yang memberikan dampak penyembuhan penyakit berkisar 100—300 mg Vitamin B15 per hari atau setara dengan 100 gram bekatul. 


Kaya Vitamin B15 
Ida Erfida (24) adalah salah seorang pasien dr. Liem yang telah dua tahun mengonsumsi bekatul untuk mengatasi penyakit asmanya. “Saya berobat ke dr. Liem dan disarankan makan bekatul setiap hari,” ujar Ida. Walaupun sempat ragu, ia memutuskan mengonsumsi bekatul sampai asmanya benar-benar sembuh. Sayangnya, setelah sembuh ia berhenti makan bekatul. Akibatnya, penyakit asma itu kambuh lagi. “Akhirnya, saya memutuskan mengonsumsi bekatul sampai sekarang. Hasilnya asma saya tidak kambuh lagi,” ungkapnya lega. Menurut Ida, selain mengatasi asma, bekatul berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh anak-anak. Itulah sebabnya dia juga memberikan bekatul kepada anaknya yang berusia tiga tahun. “Anak saya lincah dan jarang terkena serangan penyakit,” katanya. Secara umum bekatul mengandung protein, mineral, lemak, asam lemak esensial, dan serat. Dibandingkan bahan makanan lain, kandungan Vitamin B15 pada bekatul paling tinggi, 200 mg/100 gram. Diduga, Vitamin B15 itulah yang memberi dampak penyembuhan pada sejumlah penyakit. Mekanismenya antara lain, membantu menyempurnakan proses metabolisme di dalam tubuh dan terlibat pada proses pembentukan berbagai hormon, misalnya hormon steroid dan adrenalin. 

Harus Segar 
Menurut dr. Liem, potensi bekatul di Indonesia sangat besar tapi belum dimanfaatkan secara optimal. Atas dasar itu, pria yang puluhan tahun berdinas sebagai dokter di TNI ini melakukan percobaan semi ilmiah. “Saya sendiri sebagai kelinci percobaan. Selama sebulan saya makan bekatul mentah. Hasilnya, badan bugar dan buang air jadi lancar,” paparnya. Setahun berikutnya, sekitar 200 tentara ikut mengonsumsi bekatul sebagai makanan tambahan lalu disurvei. “Sekitar 85% tentara itu menyatakan ketagihan karena merasakan khasiatnya terhadap kebugaran tubuh,” ucapnya bangga. Pada awal 2000 khasiat bekatul terhadap kesehatan mulai dikenal masyarakat luas. Yusuf yang membuka praktik di daerah Cicadas, Bandung, kebanjiran pasien yang menanyakan khasiat limbah padi tersebut. “Pasien yang berobat ke sini selalu disarankan mengonsumsi bekatul sebagai makanan tambahan untuk menunjang penyembuhan penyakit,” lanjut Liem. 

Anda tertarik mengkonsumsi, hubungi kami di Titin 0813 1963 7353 / 085 2827 3 1919

No comments:

Post a Comment