IPB Ciptakan Mesin Pengawet Bekatul

Bekatuldrliem.net - Belum lama ini, mahasiswa dari UGM (Universitas Gadjah Mada) Yogyakarta berhasil menciptakan es krim dari bekatul. Inovasi tersebut adalah bukti nyata jika bahan yang biasa dijadikan sebagai pakan ternak itu dapat diolah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis tinggi.
Namun, kelemahannya ternyata bekatul tidak bisa tahan lama. Mengetahui hal ini, Peneliti IPB (Institur Pertanian Bogor) Slamet Budijanto mencoba untuk mengawetkan bekatul menggunakan mesin ciptaannya sendiri.
Pada zaman dahulu, orang – orang mengawetkan bekatul menggunakan cara disangrai. Namun, Slamet mengatakan bahwa teknik sangrai untuk mengawetkan bekatul memiliki kelemahan yakni tidak stabil dan susah untuk mengontrol suhu, waktu, dan kematangannya.

Direktur F-Technopark Fakultas Teknologi Pertanian IPB bersama dengan timnya yaitu Aziz B Sitanggang dan juga Sam Herodian tersebut menciptakan sebuah mesin yang cara kerjanya menggunakan suhu tinggi dalam waktu singkat.
Sebenarnya, mesin ini melakukan proses sangrai, tetapi kontinyu atau berkelanjutan. Mesin tersebut memiliki lorong mesin penstabil yang disebut dengan screw. Bekatul yang akan diawetkan dilewatkan ke dalam lorong panas yang dapat dikontrol suhu dan waktunya.
Menurut Slamet, saat bekatul telah melewati proses pengawetan dari mesin tersebut, bekatul bisa diolah untuk berbagai jenis pangan dengan waktu kadaluwarsa yang lebih lama. Bahkan, dengan teknik tersebut bekatul akan tahan sampai 6 bulan.
Walaupun ini merupakan mesin yang cukup sederhana, mesin ini berhasil meraih penghargaan dari Kemenristek (Kementrian Riset dan Teknologi) Republik Indonesia. Mesin pengawet bekatul tersebut saat ini sudah ada dua unit. Satu mesin telah dioperasikan di Jawa Timur yang digunakan oleh kelompok tani wanita di Pasuruan sedangkan mesin yang satunya saat ini disimpan di IPB.
Ia menyebutkan bahwa inovasi tersebut mempunyai beberapa kelebihan. Pertama bekatul yang sudah diolah mutunya masih tetap stabil bahkan setelah disimpan selama lebih dari 6 bulan. Selain itu, pengawetan ini juga meminimalkan kerusakan mikronutrien pada bekatul yang memberikan manfaat untuk kesehatan. Kelebihan yang terakhir adalah dapat memberikan pekuang pemanfaatan bekatul menjadi bahan pangan fungsional.

No comments:

Post a Comment