Diversifikasi dan Peningkatan Nilai Tambah Produk dari Bekatul



Tingkat konsumsi serat masyarakat Indonesia masih rendah. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan,  Republik Indonesia menunjukkan bahwa konsumsi serat masyarakat Indonesia rata-rata hanya 10,5 gram perhari. Angka tersebut masih rendah jika dibandingkan dengan standard minimal konsumsi serat yang dianjurkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan sebesar 30 gr perharinya. Kepentingan mengkonsumsi makanan berserat hampir sering dilupakan. Dilatar belakangi  oleh hal tersebut maka penulis melakukan pengembangan diversifikasi produk dan dalam rangka menerapkan hasil magang, yaitu  pembuatan cookiesberbahan baku bekatul. 


Bekatul merupakan hasil samping penggilingan gabah setelah beras dipisahkan dari sekam (kulit luar gabah), kemudian dilakukan penyosohan.  Proses penyosohan dilakukan dua kali  dimana penyosohan pertama menghasilkan dedak (seratnya masih kasar), sedangkan penyosohan kedua menghasilkan bekatul (rice bran) yang bertekstur halus.Pada proses penggilingan,  beras pecah kulit diperoleh hasil samping dedak 8-9% dan bekatul sekitar 2-3%.

Menurut sumber Kementerian Pertanian tahun 2002bahwa  ketersediaan bekatul di Indonesiacukup banyak dan mencapai 4.5-5 juta ton /tahun. Bekatul merupakan makanan sehat alami mengandung antioksidan, multivitamin dan serat tinggi untuk penangkalpenyakit degeneratif, kaya akan pati, protein, lemak, vitamin dan mineral. Bekatul memiliki kandungansumber serat makanan (20-51%), lemak, protein, vitamin B, minyak 12-23%.

Kita ketahui konsumsi serat makanan telah meningkat hubungannya dengan penurunan kadar kolesterol darah dan kanker usus besar. Bekatul memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi ditambah komponen bioaktif oryzanol, tokoferol, dan asam ferulat, menjadikan bekatul sebagai bahan baku yang berpotensi untuk dijadikan pangan fungsional.  Beberapa fungsi fisiologis dari pangan fungsional antara lain mencegah timbulnya penyakit, meningkatkan daya tahan tubuh, regulasi kondisi ritmik tubuh, memperlambat proses penuaan, dan penyehatan kembali (recovery).  Di satu sisi bekatul mengandung lemak cukup tinggi dan enzim lipase sehingga mudah mengalami kerusakan sehingga harus diawetkan. Untuk memperoleh bekatul awet maka  food grade dengan mutu yang tinggi, seluruh komponen penyebab kerusakan harus dihambat, dan pada saat bersamaan kandungan komponen nutritional harus tetap dijaga. Salah satu bentuk pengawetan adalah dengan mengolah menjadi cookies bekatul.
Umumnya masyarakat masih belum paham membedakan mana yang bekatul dan mana yang dedak. Untuk lebih jelasnya perbedaan bekatul dan dedak tersaji dalam tabel dibawah ini :

NO.
BEKATUL
DEDAK
1.
Lapisan sebelah dalam dari butiran padi, termasuk sebagian kecil endosperm berpati
Lapisan sebelah luar dari butiran padi  dengan sejumlah lembaga biji
2.
Kandungan nutrisi : protein, mineral, lemak, serat pangan, antioksidan, vitamin E, vitamin B komplek yaitu : B1, B2, B3, B5, B6 dan B15
Kandungan nutrisi ® protein kasar 12,9%, lemak 13%, serat kasar 11,4%, Ca 0,07%, P tersedia 0,21%, serta Mg 0,22%.
3.
Hasil penyosohan kedua atau ketiga
Hasil penyosohan pertama
4.
Bertekstur lembut
Serat masih kasar.
5.
Penggunaan untuk pangan fungsional
Penggunaan untuk pakan ternak
6.
Bahan baku makanan dan minuman fungsional
Bahan baku minyak pangan yang berkualitas

Salah satu bentuk diversifikasi produk bekatul adalah pembuatan cookies bekatul.  Cookies merupakan jenis biskuit yang dibuat dari adonan lunak, berkadar lemak tinggi, relatif renyah dan bila dipatahkan terlihat penampangnya bertekstur kurang padat. Dalam proses pembuatannya bahan yang digunakan antara lain :
   Bekatul;
   Tepung terigu;
   Butter;
   Mentega;
   Tepung gula;
   Telur;
   Susu bubuk;
   Coklat chocochip.
Sedangkan peralatan yang dibutuhkan antara lain :
   Timbangan;
   Baskom;
   Oven;
   Loyang;
   Kompor;
   Toples;
   Cetakan cookies.
Dengan proses pembuatannya sebagai berikut : 
  

Pengolahan bekatul menjadi pangan fungsional berupa cookies selain sebagai salah satu bentuk diversifikasi pangan, juga dapat meningkatkan nilai tambah bekatul. Bekatul yang dipandang sebelah mata ternyata mengandung kandungan serat yang cukup tinggi sehingga bermanfaat bagi tubuh untuk  menurunkan kadar kolesterol darah dan kanker usus besar. Selamat mencoba.

Beli Bekatul ke 085282731919 / 087788157036 klik disini

No comments:

Post a Comment